Pusat HKI

Pusat Haki Fakultas Hukum UII Inovation.jpg
You are here: Berita / News arrow Konsultasi arrow Hak Cipta, Paten dan Merek: Adakah Perbedaannya
  • Decrease font size
  • Default font size
  • Increase font size
PDF E-mail
Pertanyaan

Selama ini saya kadang mendengar di forum-forum dan membaca tulisan-tulisan di media masa ada istilah hak cipta, paten dan merek. Istilah ini kadang digunakan dalam waktu bersamaan. Pertanyaan saya, apakah istilah hak cipta, paten, dan merek merupakan istilah yang sama atau adakah perbedaannya?

Hendra - Sleman

Jawaban:

Terima kasih atas pertanyaannya. Pertanyaan ini sangat mendasar tetapi sangat penting diketahui oleh kita. Benar, apa yang disampaikan penanya di atas bahwa kadang kita mendengar istilah hak cipta, paten dan merek digunakan secara bersamaa. Sebenarnya penggunaan istilah ini bagi masyarakat awam barangkali tidak menjadi persoalan. Namun, dalam konteks hak kekayaan intelektual penggunaan istilah tadi apabila digunakan dalam waktu yang bersamaan merupakan suatu kekeliruan yang sangat vatal.

Sebagaimana diketahui, di dalam konsepsi hak kekayaan intelektual ada pembagian hak kekayaan intelektual itu sendiri. Hak kekayaan intelektual dibedakan menjadi dua, yakni; hak cipta dan hak milik perindustrian. Khusus, hak milik perindustrian ini dibagi lagi menjadi beberapa, di antaranya; paten, merek, desain industri, dan rahasia dagang.

Pembagian hak kekayaan intelektual tersebut dilakukan salah satu alasannya karena bagian-bagian hak kekayaan intelektual ini memiliki objek perlindungan yang berbeda-beda. Hak cipta memberikan perlindungan atas ciptaan-ciptaan di bidang seni, sastra dan ilmu pengetahuan, paten memberikan perlindungan atas invensi di bidang teknologi, merek memberikan perlindungan atas logo/simbol dagang, desain industri memberikan perlindungan atas kreasi berupa bentuk, konfigurasi, dan komposisi yang dapat berupa dua dimensi atau tiga dimensi yang memiliki nilai estetika dan untuk menghasilkan suatu produk, komoditi industri dan kerajinan tangan, sedangkan rahasia dagang memberikan perlindungan atas informasi bisnis atau teknologi yang bernilai ekonomi dan dijaga kerahasiaannya.

Nah, berdasarkan konsepsi pembagian hak kekayaan intelektual di atas, maka jelaslah menggunakan istilah hak cipta, paten dan merek secara bersamaan sesungguhnya merupakan penerapan yang keliru. Oleh karena itu, untuk menerapkan istilah-istilah ini, maka yang harus diperhatikan sekiranya objek apa yang mau dilindungi. Jika, kita tidak dapat memahami objek tersebut dalam konteks perlindungan hak kekayaan intelektual secara spesifik, maka ada baiknya untuk menghindari kekeliruan ini digunakan saja istilah hak kekayaan intelektual.

Demikian penjelasan dari kami, semoga dapat dipahami dan bermanfaat.

 
< Prev   Next >
 
AGENDA ACARA
 

1. Pendaftaran HKI

2. Kegiatan Terdekat

3. Konsultasi/Pertanyaan

4. Lihat Konsultasi/Pertanyaan

Artikel Terbaru

MENEGAKAN HAK ATAS MEREK DAGADU SEBAGAI HAK EKSKLUSIF
Pada hari selasa, tepatnya tanggal 12 Juli 2011 pukul 08.00 sampai 20.00, pihak dagadu sebagai pemegang hak atas merek telah mengundang para pelaku usaha dagadu palsu untuk melakukan dialog terkait penggunaan hak atas merek dagadu di Hotel Mutiara. Upaya dialog ini dimaksudkan untuk menegaskan kembali komitmen dagadu dalam kerangka menegakkan hak eksklusif atas merek dagadu yang mereka miliki. Akan tetapi, sungguh sangat disayangkan karena pihak pelaku usaha dagadu palsu tidak ada yang hadir satu pun. Tulisan ini akan mencoba mengurai bahwa apa yang dilakukan pihak pemegang hak atas merek dagadu merupakan suatu upaya yang telah sejalan dengan semangat menegakkan hokum secara konsiten dan progresif.
Hak atas Merek sebagai Hak eksklusif

 

Aktif Mengakses